Tapi kedua tempat itu memiliki perbedaan penting yang dapat menjadi pelajaran bagi kita. Danau Galilea sangat indah, di sekelilingnya tumbuh berbagai macam tanaman dan banyak orang yang betah tinggal di tempat itu. Di dalam danau itu juga terdapat banyak jenis ikan dan hewan air yang hidup dan berkembang biak. Sebaliknya, Laut Mati adalah tempat yang tidak bisa ditempati. Tak ada tumbuhan atau spesies yang dapat hidup di dalam maupun di sekeliling laut mati karena kadar garamnya yang sangat tinggi. Bukan itu saja, Laut Mati juga memiliki bau yang sangat tidak sedap. Mengapa keduanya bisa sangat berbeda? Bukankah sumber airnya sama? Rupanya itu dikarenakan setiap air yang mengalir ke Laut Mati tidak pernah keluar lagi. Sedangkan Danau Galilea selalu meneruskan air yang diterimanya dari Sungai Yordan ke danau lain yang juga memanfaatkannya. Danau Galilea menjalankan prinsip “menerima dan memberi”… Begitupun seharusnya kita. Sebagai manusia jangan hanya bisa menerima saja, kita juga harus memberi yang kita punya kepada yang membutuhkannya. Apabila hidup Anda ingin terus merasakan bahagia dan kehadiran Anda memberi “aroma wangi” sehingga orang-orang di sekitar Anda menjadi betah bersama Anda, maka bila ada menerima sesuatu gunakan konsep terima kasih: setiap yang Anda “terima” kemudian “dikasih-kasih”. Apa yang Anda terima dalam hidup bukan hanya berbentuk harta, boleh jadi talenta, ilmu, kedudukan dan kebahagiaan lainnya. Begitu Anda memiliki kelebihan dalam bentuk apapun segera alirkan, bagikan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan. Dengan cara seperti itu hidup Anda akan semakin tenang, bahagia, bahkan memiliki martabat yang terhormat di tengah-tengah masyarakat.Bukan hanya itu, semerbak wangi Andapun akan tetap tercium bahkan ketika Anda sudah tidak ada di dunia ini.
Danau Galilea dan Laut
Mati adalah contoh keajaiban alam yang ada di dunia. Kedua tempat
tersebut walaupun berbeda, yang satu danau dan satunya lagi laut,
ternyata juga memiliki kesamaan. Persamaanya adalah keduanya mendapat
air dari sumber yang sama, yaitu Sungai Yordan. Tapi kedua tempat itu
memiliki perbedaan penting yang dapat menjadi pelajaran bagi kita. Danau
Galilea sangat indah, di sekelilingnya tumbuh berbagai macam tanaman
dan banyak orang yang betah tinggal di tempat itu. Di dalam danau itu
juga terdapat banyak jenis ikan dan hewan air yang hidup dan berkembang
biak. Sebaliknya, Laut Mati adalah tempat yang tidak bisa ditempati. Tak
ada tumbuhan atau spesies yang dapat hidup di dalam maupun di
sekeliling laut mati karena kadar garamnya yang sangat tinggi. Bukan itu
saja, Laut Mati juga memiliki bau yang sangat tidak sedap. Mengapa
keduanya bisa sangat berbeda? Bukankah sumber airnya sama? Rupanya itu
dikarenakan setiap air yang mengalir ke Laut Mati tidak pernah keluar
lagi. Sedangkan Danau Galilea selalu meneruskan air yang diterimanya
dari Sungai Yordan ke danau lain yang juga memanfaatkannya. Danau
Galilea menjalankan prinsip “menerima dan memberi”… Begitupun seharusnya
kita. Sebagai manusia jangan hanya bisa menerima saja, kita juga harus
memberi yang kita punya kepada yang membutuhkannya. Apabila hidup Anda
ingin terus merasakan bahagia dan kehadiran Anda memberi “aroma wangi”
sehingga orang-orang di sekitar Anda menjadi betah bersama Anda, maka
bila ada menerima sesuatu gunakan konsep terima kasih: setiap yang Anda
“terima” kemudian “dikasih-kasih”. Apa yang Anda terima dalam hidup
bukan hanya berbentuk harta, boleh jadi talenta, ilmu, kedudukan dan
kebahagiaan lainnya. Begitu Anda memiliki kelebihan dalam bentuk apapun
segera alirkan, bagikan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan.
Dengan cara seperti itu hidup Anda akan semakin tenang, bahagia, bahkan
memiliki martabat yang terhormat di tengah-tengah masyarakat.Bukan hanya
itu, semerbak wangi Andapun akan tetap tercium bahkan ketika Anda sudah
tidak ada di dunia ini…
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

0 komentar:
Posting Komentar